RADAR BENGKULU – Sejak berdiri, pasar sore yang ada di Pematang Gubernur belum pernah dikunjungi Pemda Kota. Sebab itulah mereka menginginkan adanya perhatian dari Pemda dengan melakukan kunjungan ke pasar tersebut.
Salah seorang pedagang, Syafiin menjelaskan dirinya sangat berharap walikota bisa mengunjungi mereka, sebab banyak hal yang ingin mereka sampaikan terkait dengan keberadaan pasar sore itu. “Kami sangat berharap, sesekali pemerintah mempedulikan kami. Kami juga ingin merasakan seperti pedagang di pasar yang lainnya, dikunjungi pemerintah,” ungkap Syafiin.
Ditambahkan pedagang asal Bengkulu Selatan ini, pasar yang mereka tempati saat ini merupakan hasil kerjasama antar warga dan dimulai dari nol, sebab itulah pasar itu belum memiliki kios permanen seperti bangunan pasar lainnya. “Pasar ini bukan pasar yang dibangun pemerintah, jadi seperti inilah. Kami berharap pemerintah bisa mengunjungi kami di sini,” tambahnya.
Dia menjelaskan meskipun pasar tersebut masih tergolong pasar tradisional, namun sangat membantu masyarakat. Sebab letaknya yang berada ditengah-tengah kecamatan Muara Bangkahulu memudahkan masyarakat mendapatkan barang kebutuhannya, karena tak perlu jauh-jauh ke Pasar Minggu atau ke Panorama. Dia menjelaskan, saat ini satu-satunya kecamatan yang belum memiliki pasar permanen adalah Kecamatan Muara Bangkahulu. “Sebenarnya pasar ini pantas dijadikan pasar permanen, karena cuman pasar inilah yang ada dikawasan Bangkahulu ini,” tambah Syafiin.
Dia menambahkan aktivitas jual beli di pasar itu juga mulai ramai, bahkan saat ini pasar tersebut sudah beroperasi sejak pagi hari. Namun puncak transaksi dijelaskannya, tetap berada pada sore hari. “Di sini sudah mulai ramai, kami pagi hari sudah buka. Rata-rata per hari saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp 200 ribu,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan penjual ikan, Hanafi. Selama 2 tahun ia berjualan dipasar itu, dirinya belum pernah mendapati pemerintah turun ke pasar itu menemui mereka. “Belum pernah pejabat berbelanja di sini,” ungkapnya. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar