RADAR BENGKULU – Di zaman modern sekarang ini masyarakat telah dimanjakan dengan teknologi. Salah satu teknologinya dalam bidang transportasi. Selain canggih, transportasi darat juga sangat mudah diperoleh baik kendaraan roda empat maupun dua. Namun diantara kecanggihan tersebut, Bengkulu masih memiliki transportasi tradisional yaitu delman. Delman adalah kendaraan tradisional yang beroda dua yang tidak menggunakan mesin, tetapi memakai jasa kuda.
Saat ini di Bengkulu memiliki 14 buah delman yang beroprasi di Pasar Minggu Bengkulu yang ditarik kuda jantan dan betina. Delman ini biasanya beroperasi mulai dari Jl. Basuki Rahmat depan PTM ke RS Rafflesia, Penurunan, hingga ke Anggut dan Kebun Beler. “Sebenarnya rute kami tidak tentu, tapi kalau ada yang minta antar walaupun jauh kami mau,” jelas Firmansyah kemarin (15/10).
Untuk masalah tarif yang mereka pasang bervariasi. Sesuai dengan jarak yang akan tempuh, masih di sekeliling rumah sakit Rafflesia berkisar Rp 3 ribu. Penurunan dan Anggut bisa mencapai Rp 10 ribu. Namun untuk tarif di tempat rekreasi seperti di kawasan Pantai Panjang bisa mencapai Rp 20 hingga 50 ribu per putaran sekitar 6 Km. Namun tarif ini tidak ada ketentuan tergantung kesepakatan antara penumpang dengan pemilik delman.
“Kalau saya orangnya cepat kasihan. Orang minta Rp 7 ribu dari Pasar Minggu ke Penurunan saya antar,” tambah Firman.
Untuk sewaan biasanya penarik delman ini mendapatkan kesempatan untuk mencari keuntungan. Biasanya moment seperti hari-hari besar keagamaan, hari kemerdekaan, perayaan tabot, waktu liburan. Mereka bisa memasang tarif hingga Rp 100 ribu per sewaan.
“Ya kalau hari-hari biasa penghasilan saya cuma Rp 30 ribu per hari,” ungkapnya.
Ditambahkan Firman, untuk mengajari kuda agar bisa membawa delman adalah hal yang sangat sulit. Butuh waktu 5 atau 6 bulan untuk melatihnya. Sebenarnya saat kuda berumur 2,5 tahun sudah bisa digunakan jasanya. Jasa ini bisa digunakan hinggga 20 tahun, tapi tergantung dari perawatan kepemilikannya. Seperti yang dilakukan bapak 5 anak ini, setiap pagi kuda kesayangannya harus dimandikan. Serta selalu menyediakan rumput yang segar dan hijau untuk bahan makanannya.
“Kalau tidak dimandikan busuklah mbak. Nanti orang tidak mau naik delman saya,” tutur bapak yang menggunakan jasa kuda betina ini.
Kuda yang diperoleh penarik delman ini berasal dari Pagar Alam dan Palembang. Sebab, di Bengkulu sendiri belum ada ternak spesies mamalia ini. Untuk menambah penghasilan, Firman juga memelihara hewan ternak sapi.
“Kita narik delman dari pukul 07.00 WIB pagi hingga 11.00 siang. Kasihan kudanya kalau kerja seharian. Jadi saya cari kerja lain untuk nambah penghasilan,” tambah bapak yang sudah 15 tahun bekerja sebagai penarik delman ini. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar