RADAR BENGKULU – Saat musim hujan, harga sayur melambung naik. Namun, petani sayur tidak bisa menikmatinya. Sebab, sayur yang ditanam terancam gagal panen akibat hujan berkepanjangan.
Budiono (35) petani sayur asal Jawa Tengah ini menjelaskan, adapun jenis sayuran yang di taman berupa sayur kangkung, sawi, dan bayam. Untuk masa panen ketiga sayur tersebut berbeda. Yakni, kangkung berkisar 25 hari, sawi 20 hari dan bayam 25 hari.
Harga yang biasa ditawarkan pemborong pun naik hingga 50 persen saat musim hujan. Yaitu, dari Rp 400 per ikat menjadi Rp 1000 per ikat. “Jelas ini sangat mengecewakan. Kenapa saat kami panen sebelum hujan harga turun. Pas kami gagal panen justru harga melambung naik” ungkap Budiono.
Namun nasib Budiono masih beruntung, sebab masih bisa menikmati hasil sayur hingga 400 ikat perpanen. Sementara itu, Parjono (48) menambahkan kalau hasil panennya jauh dibawah rata-rata. Pasalnya tanah milik Parjono terendam air akibat hujan yang terus menerus. “Setiap musim penghujan, hasil panen saya selalu menurun. Sekarang syukur-syukur dapat Rp 200 ribu per panen,” Jelas bapak tiga anak ini.
Seolah belajar dari kegagalan panen, Parjono mempunyai cara agar tidak mengalami kerugian. Yaitu, menanam sayur dengan waktu yang tidak bersamaan. "Jadi panen tidak sekaligus, misalnya kangkung panen bayam lagi nanam," tambahnya. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar