oke deh

Gayus Akui Terima $3,5 Juta dari Alif Kuncoro Pengacara KPC, Aji Wijaya, "Itu kan hanya pengakuan Gayus. Dalam hukum berlaku prinsip siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan." BERITA TERKAIT Gayus Tambunan Berharap Bebas Gayus Tambunan Menyesal 'Salah Jalan'

Minggu, 07 November 2010

Cuaca Ekstrim, Nelayan Pertaruhkan Nyawanya

RADAR BENGKULU – Demi perjuangan sesuap nasi meskipun cuaca buruk, nelayan tetap melaut. Itulah pertaruhan nyawa yang dilakukan sebagian nelayan di Pasar Pantai Bengkulu. Untungnya masih ada ikan 5-10 Kg/melaut yang berhasil dibawa pulang.
Si pemberani itu diantaranya, Edy Betok (30) nelayan Pasar Bengkulu. “Sekalipun cuaca sekarang buruk kami sebagai nelayan tetap melaut. Kalau kami tidak melaut nanti keluarga kami mau makan apa?” terangnya kepada Radar Bengkulu, Selasa (2/11).
Ditambahkan Edy, sebenarnya mereka juga enggan untuk turun ke laut dikala cuaca tidak mendukung. Tapi berhubung mereka yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan selain nelayan.

Apa tidak takut tenggelam di tengah laut?
“Siapa juga yang tidak takut mati, pasti takutlah. Namun, apa boleh buat saya tidak mempunyai pekerjaan sampingan. Cuma nelayan inilah pekerjaan satu-satunya. Kalau misalnya nanti tenggelam di tengah laut saya anggap itu musibah. Tapi saya berharap mudah-mudahan hal seperti itu jangan terjadi,” katanya dengan harap.
Diharapkan Edy dan beberapa nelayan di Pasar Pantai ini, seharusnya ada perhatian pemerintah terhadap mereka disaat musim penghujan dan badai seperti sekarang ini. Kalau ada bantuan dari pemerintah, otomatis mereka juga para nelayan tidak akan memaksakan diri untuk tetap berlayar.
“Enak juga kalau ada bantuan dari gubernur atau walikota. Tetapi ini sama sekali tidak ada. Kalau mereka memberikan bantuan disaat seperti ini (musim hujan) kami juga tidak akan melaut lagi,” tuturnya lagi.
Di saat musim badai ikan sangat jarang dan hargapun justru melambung tinggi, yaitu mencapai Rp 40 ribu per kilo gram. Sebelumnya harga ikan hanya sekitar Rp 30 ribu per kilo gram untuk ikan tenggiri. Namun nelayan tidak senang dengan kondisi seperti ini.
“Masih mending harga murah tapi ikannya ada, daripada harga selangit tapi ikannya tidak ada,” tambah Edy yang sudah menjadi nelayan sejak kecil.
Hal senada juga dituturkan Ijal (40). Mereka tetap turun ke laut untuk mencari nafkah, alasannya sama seperti Edy, masalah ekonomi. “kalau tidak turun ke laut, istri mau masak apa dirumah?, enak kalau ada yang mau kasih bantuan, ini dari tahun ke tahun kami para nelayan tidak pernah dapat bantuan,” ungkapnya dengan kesal.
Para nelayan ini sangat merasakan adanya penurunan pendapatan. Ketika hari biasa mereka bisa memperoleh 50 hingga 60 kilo gram per hari. Namun, dengan kondisi saat ini hanya bisa mengumpulkan ikan sebanyak 5 sampai 10 kilo gram per hari. Lumayanlah masih cukup untuk menyambung hidup keluarga. (cw14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar