oke deh

Gayus Akui Terima $3,5 Juta dari Alif Kuncoro Pengacara KPC, Aji Wijaya, "Itu kan hanya pengakuan Gayus. Dalam hukum berlaku prinsip siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan." BERITA TERKAIT Gayus Tambunan Berharap Bebas Gayus Tambunan Menyesal 'Salah Jalan'

Minggu, 07 November 2010

Mengharapkan Bantuan Ketika Banjir

RADAR BENGKULU – Banjir di kelurahan Tanjung Agung sepertinya sudah menjadi rutinitas di saat musim hujan, apalagi jika hujan terjadi di hulu sungai. Akibatnya ratusan rumah dan ratusan hektare lahan warga mengalami gagal panen. Bahkan pasca banjir, tak jarang warga Tanjung Agung terserang berbagai penyakit, dari diare, gatal-gatal sampai demam.
Hal inilah yang menjadi perhatian serius Lurah Tanjung Agung, Saharuddin. Pria kelahiran Bengkulu, 22 Juni 1957 mengharapkan ketika musim banjir tiba, pemerintah melalui dinas terkait segera turun ke lapangan melakukan indentifikasi wilayah dan melokalisir wilayah banjir sehingga penduduk di kawasan itu bisa menentukan langkah selanjutnya. Tidak hanya itu, dia juga meminta, barang bantuan untuk korban banjir segera diturunkan cepat, sehingga warganya tidak mengalami kesulitan di saat musim banjir. “Kalau banjir, warga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Misalnya memasak, karena rumah mereka sudah terendam air. Jadi saya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah berupa makanan pokok, seperti mie instan,” tambahnya.
Dia menambahkan, sebenarnya banjir yang terjadi di kelurahan Tanjung Agung itu tidak bisa diatasi lagi, selain kondisi lahan yang rendah juga karena sungai yang kecil dan dangkal. Satu-satunya jalan adalah relokasi warga ke lokasi yang lebih aman. Hanya saja, dikatakannya relokasi itu ditolak mentah-mentah oleh warga. Alasannya, karena rumah mereka merupakan warisan dari orang tua, dan mereka adalah penduduk asli. “Warga tidak mau pindah karena menurut mereka, berat meninggalkan tempat kelahiran. Jadi salah satu alternatif penduduk kami sarankan membangun rumah yang tinggi agar terhindar dari banjir,” katanya sambil tersenyum.
Menurut pengalaman bapak 4 anak ini, menjabat sebagai lurah di Tanjung Agung merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya, semua warga masih memegang adat dan asas kekeluargaan. Dengan adanya kerjasama antara lurah dengan warga diharapkan dapat membantu kerjasama yang kuat. “saya sangat terhormat dengan cara-cara warga disini memperlakukan kami orang pendatang, walaupun penduduk di sini masih asli tapi mereka tidak meganggap kami sebagai musuh. Dan warga di sinipun sering singgah ke kantor lurah walaupun tidak ada urusan, hanya sekedar untuk main,” ujarnya. (cw14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar