RADAR BENGKULU – Pasar Pagar Dewa yang sebelumnya diproyeksikan menjadi pasar permanen yang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Selebar, saat ini berubah menjadi pasar pagi yang hanya beroperasi dini hari sampai pukul 10.00 WIB.
Hal tersebut terjadi lantaran di Pasar tersebut tidak ada bangunan permanen yang dapat ditempati pedagang. Tidak hanya itu, di pasar yang mayoritas pedagang sayur itu juga tidak tersedia fasilitas umum yang dapat menunjang aktivitas perdagangan hingga sore hari. Selain itu, jalur angkutan yang hanya dilintasi Angkot dengan kode trayek E (Angkot warna putih) membuat akses masyarakat menjadi terhambat.
Salah seorang pedagang,Ike menjelaskan salah satu faktor yang membuat sepinya pasar itu adalah karena dikitnya angkot yang boleh melewati jalan menuju pasar itu. “wajarlah sepi karena angkot yang boleh melewati jalan ini hanya angkot putih, jadi orang malas belanja kesini karena menurut mereka jauh. Karena orang yang yang menggunakan angkot biru harus naik dua kali, jadi mereka pikir daripada naik angkot dua kali lebih dekatlah belanja ke pasar Panorama,” ungkap Ike.
Hal senada juga diungkapkan pedagang ikan asin, Taufik. Mereka mengharapkan pasar tersebut mendapatkan perhatian pemerintah. Pasalnya, pasar yang sudah beroperasi sejak pukul 3 dini hari ini itu, tidak ada lagi aktivitasnya saat pukul 10.00 WIB. “Pedagang disini buka paling lama sampai jam 10 pagi, karena sudah tidak tahan panas. Sebab pedagang hanya dilindungi tenda saja. Sebab itu kami sering menyebutnya pasar pagi,” tambah pedagang asal Medan ini.
Dia menambahkan, meskipun sepi dan terbatas waktu buka, dia tetap memilih bertahan di sana. Sebab dirinya sudah mendapatkan langganan tetap. Dirinya berharap pemerintah lebih memperhatikan pedagang yang ada di sana. Sehingga bisa jadi pasar permanen. “Kalau pasar ini ramai, waktu bukanya bisa lebih lama. Pemerintahlah yang mengaturnya,” ungkapnya. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar