RADAR BENGKULU – Penderitaan pedagang kaki lima seolah tiada hentinya. Jika berjualan dipinggir jalan sering ditertibkan tapi ketika masuk ke pasar, dagangan sepi. Karenanya pedagang kaki lima Pasar Minggu mengharapkan jalur angkot segera dipindahkan.
Harapan ini disampaikan Nafsiah (50), pedagang kaki lima yang berada di pasar lama Pasar Minggu. Janda lima anak ini menghidupi anaknya dengan berjualan pisang setiap hari.
Karena dari pengakuan pedagang ini sekitar tahun 1985-an jalur angkot tidak melewati Pasar Minggu melainkan lewat Jamik (Suprapto). Pedagang ini mengeluhkan setelah Pasar Minggu dijadikan jalur angkot, pembeli jauh menurun. Ini dikarenakan segala angkot yang masuk membuat jalan macet. Jadi pembeli malas dan takut belanja kesini.
”Cobalah jalur angkot jangan lewat sini, lihatlah jalan udah kecil mana banyak angkot pula. Jadi jalan disini macet dan orang-orang pada takut untuk belanja. Karena kadang-kadang tersenggol angkot,” tutur Nafsiah kepada Radar Bengkulu, Sabtu (23/10).
Walaupun beresiko besar, tidak membuat pedagang asal Pagar Alam ini berhenti berjualan di pinggir jalan Pasar Minggu. Karena cuma dengan berjualanlah ia bisa menghidupi anak-anaknya. ”Ibu sudah dua kali tersenggol angkot. Sebenarnya ibu takut sekali, tapi ibu tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau tidak berjualan disini kami sekeluarga mau makan apa?” ucapnya dengan sedih.
Selain berjualan pisang ibu yang sudah 25 tahun ini menjanda juga berjualan gula merah, kapur sirih dan bumbu-bumbu dapur seperti lengkuas, jahe dan kunyit. Namun, ditambahkan Nafsiah, untuk berjualan pisang sangat besar resikonya. Karena kalau pisang tidak laku, maka akan busuk dan otomatis pedagang akan rugi.
”Itulah resiko kita pedagang buah ini, kalau tidak laku pasti busuk dan akhirnya dibuang,” katanya.
Nafsiah berharap pemerintah memperhatikan pedagang kecil seperti mereka dan melakukan penyesuaian jalur angkot segera pindahkan, kalaupun tidak dipindahkan pedagang pasar minggu mengharapkan jalur angkot diperluas.(cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar