RADAR BENGKULU – Rencana Pemerintah Pusat menyerahkan standar kelulusan Ujian Nasional (Unas) pada Diknas Provinsi ditanggapi dingin oleh siswa. Lantaran mereka merasa sukar untuk lulus jika standar kelulusan itu diserahkan pada provinsi.
Salah seorang siswa SMA Pembangunan Kota Bengkulu, Yaslan mengungkapkan kalau nilai yang diterapkan provinsi lebih rendah daripada nasional mereka setuju, tetapi apabila lebih tinggi dari standar nasional maka mereka tidak setuju. “Kalau provinsi yang menentukan akan ada perbedaan standar setiap provinsi,” ujarnya siswa kelas XII.
Hal yang sama juga diungkapkan pengamat pendidikan Unib, Drs. Padi Utomo. Dia mengungkapkan tidak setuju jika standar ujian nasional ditentukan oleh provinsi. Sebab akan membuat pendidikan di masing-masing provinsi akan terpisah-pisah. Dijelaskannya dengan adanya perbedaan tersebut, akan membuat pendidikan semakin kacau. “Kalau tidak memakai standar nasional maka tidak akan dapat menyatukan pendidikan dalam satu negara. Selain itu, negara sudah mempunyai undang-undang yang mengatur pendidikan,” jelasnya.
Dilanjutkannya, jika pendidikan tak dapat dirangkum secara nasional, maka tidak akan ada satu kesatuan yang utuh masing-masing provinsi. Ditambah lagi provinsi juga akan semena-mena terhadap mutu pendidikannya. “Dampak ini akan dirasakan oleh siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke luar provinsi, sebab akan terbengkalai. Jadi sebaiknya kita mengikuti standar nasional sajalah,” ungkap Padi Utomo. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar