oke deh

Gayus Akui Terima $3,5 Juta dari Alif Kuncoro Pengacara KPC, Aji Wijaya, "Itu kan hanya pengakuan Gayus. Dalam hukum berlaku prinsip siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan." BERITA TERKAIT Gayus Tambunan Berharap Bebas Gayus Tambunan Menyesal 'Salah Jalan'

Jumat, 05 November 2010

Pamit ke Kampus Tapi Tidak Masuk //70 Dosen Cetak Bidan Handal

RADAR BENGKULU – Sebanyak 70 dosen yang tergabung dalam Akademi Kebidanan, semakin giat memacu lulusan agar menjadi tenaga profesional dan handal. Tenaga pendidik tersebut terdiri dari dokter dan non dokter, termasuk diantaranya yang berasal dari luar kampus. Sayangnya, kondisi ini belum didukung optimal oleh mahasiswi karena masih ada yang pamit ke kampus tapi tidak masuk.
Akademi kebidanan lahir dari pengembangan akademi keperawatan yang telah berubah menjadi Prodi Kebidanan sejak 2009 lalu. Saat ini prodi kebidanan dijabat oleh Gusti Miniarti, S.Kep dengan mahasiswa sebanyak 259 orang terdiri dari dua angkatan.
Walaupun masih baru, prodi kebidanan provinsi ini pantas mendapatkan pujian. Pasalnya untuk proses belajar mengajar di akademik ini sudah lancar dan memadai. Ini terbukti dari laboratorium untuk praktikum yang telah milik prodi kebidanan, serta mempunyai perpustakaan yang lengkap.
Untuk menunjang proses belajar mengajar saat ini staf pengajar telah memiliki 70 orang dosen. Baik dosen untuk pelajaran umum maupun dosen yang khusus seperti dokter. Namun, pihak akademik masih mengundang beberapa dosen dari luar kampus. Diantaranya dosen STIKES, maupun mendatangkan dokter dari rumah sakit umum.
“Tujuannya agar pendidikan kebidanan lebih optiomal. Kita juga bekerja sama dengan dokter di RSUD dr. M. Yunus,” jelas Yaimin, koordinator II prodi Akbid Provinsi.
Untuk mencapai upaya peningkatan bidan yang profesional dan handal, saat ini akbid provinsi terus berupaya menghadirkan dan menghasilkan sarjana kebidanan. Mengingat saat ini belum bisa dilakukan karena jenjang pendidikan yang ditawarkan masih diploma (D III). Sedangkan untuk mendapatkan gelar S.Keb harus melalui jenjang strata 1/sarjana (S1).
“Kita berharap prodi kebidanan tidak hanya untuk D III saja. Tapi ada juga untuk S1. namun kita butuh waktu untuk mencapainya. Mudah-mudahan beberapa tahun kedepan itu tercapai,” terangnya kepada Radar Bengkulu, Jumat (22/10).
Untuk menjadi mahasiswa kebidanan tidak mudah, selain karena biaya yang cukup mahal harus mengikuti tes masuk. IPK tertinggi yang telah diraih mahasiswa kebidanan mencapai diatas 3,50. Karena keberhasilan akademik kebidanan ini menghasilkan lulusan terbaik, sehingga mendatangkan calon-calon mahasiswa dari luar provinsi. Ini terbukti dari jumlah mahasiswa untuk tahun 2010 ini mencapai 169 orang. Sedangkan untuk tahun 2009 lalu hanya 90 orang.
Namun demikian, Yaimin mengaku ada sedikit pengurangan siswa. Ini diakibatkan selain keinginan belajar mahasiswa yang kurang, juga karena paksaan dari orang tua maupun keluarga. “Pengurangan mahasiswa itu hal biasa, sebab kuliah menuntut kesadaran dari mahasiswinya. Kalau sampai berhenti ditengah jalan maka akan rugi sendiri. Sebab biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Ada segelintir mahasiswi yang masuk akbid karena dipaksa orang tuanya. Akibatnya, mungkin dari rumah mereka pamit pergi kuliah tapi tidak sampai kekampus,” tutur Yaimin.(cw14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar