RADAR BENGKULU – Butuh perjalan panjang bagi Yaimin untuk mendapatkan jati diri yang sesungguhnya. Pria asal Jawa Timur ini mulai merintis hidup di Provinsi Bengkulu sejak tahun 2000 lalu. Setelah menamatkan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) di Tuban, Jawa Timur pada 1998 akhirnya pria ini lebih memilih kerja dibagian pengadaan komputer daripada di bidang kesehatan.
Merasa tidak cocok dengan pekerjaan tersebut, tepatnya tahun 2001 Yaimin mengikuti UMPTN di Universitas Bengkulu. Dan lulus di prodi keguruan jurusan bahasa inggris. Ternyata nasib menentukan lain ketika diakhir kuliah ada formasi SPK untuk dijadikan CPNS oleh pemerintah daerah Bengkulu. Nasib baik diperoleh Yaimin yang akhirnya ditugaskan di rumah sakit jiwa Bengkulu.
“Padahal semua itu cuma coba-coba, eh tawunya gol. Terpaksa untuk sementara kuliah yang tinggal menyusun skripsi harus ditinggalkan,” kenang Yaimin kepada Radar Bengkulu, Jumat (22/10).
Dengan kegigihannya membagi waktu antara pekerjaan dengan kuliah, akhirnya tahun 2006 gelar S.Pd resmi didapatkan. Namun, pria ini masih tetap bekerja sebagai perawat kesehatan di rumah sakit jiwa di Bengkulu. Saat bekerja, mahasiswa keperawatan dan kebidanan sering mengadakan praktik ke rumah sakit jiwa. Akhirnya ditawari pekerjaan sebagai staf pengajar untuk mata kuliah bahasa Inggris terhadap Yaimin. Tanpa menolak beliau langsung setuju.
Tepat tahun 2008 profesi perawat kesehatan ditinggalkannya dan beralih menjadi dosen Bahasa Inggris.
“Memang perjalanan hidup saya sangat panjang, tapi semua itu saya nikmati. Saya sangat senang bisa menjadi dosen bagi mahasiswa kebidanan ini,” katanya.
Ditambahkan Yaimin, sebenarnya orang tuanya menginginkan kalau dia menjadi seorang mantri. Tetapi, harapan orang tuanya mungkin tidak akan terkabulkan lagi. Sebab Yaimin sudah sangat menyukai pekerjaannya sekarang.
“Lagian sudah sesuai dengan pendidikan akademik yang terakhir saya yaitu sarjana keguruan,” tambahnya.
Pria kelahiran Jawa Timur, 25 November 1979 ini menganggap kalau kuliah di akademi keperawatan sangatlah susah. Karena berbeda dengan perkuliahan lainnya.Jam mata kuliah yang digunakan lebih banyak yaitu dari pukul 08.00 - 16.00 WIB. Tidak jarang juga akan pulang lebih sore lagi apabila ada materi tambahan.
Tapi menurut bapak satu anak ini, mahasisa kebidanan sekarang sudah jauh lebih santai dibandingkan saat dia kuliah di SPK dulu.
“Kalau zaman saya dulu, setelah selesai mendapat materi, sorenya langsung praktik. Beda dengan sekarang ini. Habiskan dulu teori selama beberapa hari baru diadakan praktik. Jadi menurut saya lebih santai dan lebih enaklah,” paparnya
Walaupun sudah berpindah profesi, tapi Yaimin tidak secepat itu melupakan ilmu-ilmu tentang keperawatannya. “Saya senang bekerja, karena yang saya ajarpun mahasiswa kebidanan. Jadi kalau masalah menyuntikpun saya masih ingat,” jelasnya.(cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar