oke deh

Gayus Akui Terima $3,5 Juta dari Alif Kuncoro Pengacara KPC, Aji Wijaya, "Itu kan hanya pengakuan Gayus. Dalam hukum berlaku prinsip siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan." BERITA TERKAIT Gayus Tambunan Berharap Bebas Gayus Tambunan Menyesal 'Salah Jalan'

Jumat, 05 November 2010

Terapkan Cara Belajar dengan Multimedia

UNTUK mengajar anak-anak yang duduk dibangku sekolah dasar bukanlah hal mudah. Perlu kesabaran untuk dapat memahami karakter anak-anak dibawah umur ini. Sifat cepat bosan sangat sulit dihilangkan dari anak-anak. Selain sifat bosan, biasanya mereka juga masih suka bermain.
Agar dapat membuat anak didiknya betah belajar di dalam kelas, ibu yang belum sempat setahun menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 2 Bengkulu ini menerapkan cara belajar dengan multimedia. Berbeda dengan sekolah dasar lainnya. “Ini sengaja kita terapkan agar anak-anak tidak cepat bosan. Dan hasilnya, belajar dengan menggunakan CD anak-anak jadi betah,” jelas Yuliani.
Diharapkan ibu kelahiran 1959 silam ini dengan menggunakan cara belajar multimedia akan meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar. Dan walaupun masih usia dini telah mengenal teknologi yang semakin hari semakin canggih. ‘’Jadi, tidak akan merasa ketinggalan untuk informasi-informasi di dunia. ‘’
Alumni S1 Universitas Terbuka ini telah berhasil dalam kepemimpinannya. Walaupun masa jabatannya belum lama, tapi telah banyak yang telah dirubahnya. Seperti pembangunan pagar yang sebelumnya belum ada. Selain itu, ada yang unik dari perpustakaan SD yang terletak di Jl Putri Gading Cempaka ini. Yaitu, ada grafik pengunjung yang dipajangkan. Dari grafik tersebut kita dapat baca apakah pengunjung perpustakaan ini naik atau menurun.
“Tapi menurut pengamatan saya, pengunjung perpustakaan ini selalu meningkat. Bisa mencapai 40 orang per hari yang masuk perpustakaan,” ungkap Yuliani kepada Radar Bengkulu kemari (20/10).
Selain itu, ibu Yuliani selalu menerapkan kepada staf pengajarnya untuk terlebih dahulu mengenal karakter anak didiknya. Minimal 15 menit waktu diluangkan sebelum memasuki proses belajar mengajar. Dengan adanya pengenalan karakter terhadap anak-anak itu, ini akan membuat kita lebih akrab terhadap anak. Sehingga kita dapat mendidik anak yang baik, sopan santu dan cerdas.
Sebab menurut ibu kepala sekolah ini, percuma saja ada siswa yang cerdas kalau tidak mempunyai sopan santun dan tidak berakhlak. “Buat apa anak itu cerdas kalau tidak punya sopan santun,” tuturnya. (cw14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar