RADAR BENGKULU – Kondisi pasar yang kotor dan becek tentu bukan saja membuat tidak nyaman para pedagang, akan tetapi juga akan membuat pembeli tidak betah berbelanja di pasar tersebut. Itulah salah satu yang dikeluhkan pedagang ayam potong di lantai dasar PTM, Jauhhari (30).
Dia mengatakan lingkungan tersebut kotor dan becek lantaran rembesan air yang berasal dari pedagang ikan. Sebab dijelaskannya untuk menjaga kesegaran ikan, pedagang ikan hidup tentu membutuhkan banyak air. Akibatnya pasar tersebut jarang dikunjungi pembeli. “Pembeli malas kesini karena kondisi pasar yang kotor becek dan licin pula,” tutur Jauhhari.
Pedagang asal Jawa itu menambahkan, dirinya hanya bisa pasrah dengan tempat yang seperti itu, sebab lapak ukuran 1Xa tersebut telah dibelinya dengan harga Rp 4 juta untuk jangka waktu tertentu, sehingga tidak mungkin baginya meninggalkan lapaknya bagitu saja. “Insya Allah saya masih bisa bertahan dengan lingkungan seperti ini, walaupun hanya dapat untung Rp 100 ribu per hari,” jelasnya.
Jauhhari biasa menjual ayam potong sebesar Rp Rp 35 ribu per kilogram. Namun, apabila ada pelanggan yang hanya menginginkan ceker, sayap, atau kepala saja, jauhhari tetap melayaninya. Namun harga yang ditawarkanpun bervariasi. Dia menjelaskan untuk ceker biasa dijualnya dengan harga Rp 14 ribu per kilogram. “Kalau ada yang pesan ceker atau lainnya, saya juga menyediakan,” ungkapnya.(cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar