Kios Kosong Jadi Tempat Buang Air Kecil
RADAR BENGKULU – Keadaan Pasar Minggu bertingkat sudah sangat tidak terurus. Apalagi di lantai atas. Selain banyak kios kosong, kondisi pasar berserakan sampah yang membuatnya menjadi tidak sedap dipandang. Tragisnya, kios kosong tersebut juga dijadikan sebagai tempat pengunjungnya buang air kecil. Akibatnya, aroma pesing pun menyerbak di sekitar lokasinya.
Kondisi itu dikeluhkan para pedagang pasar minggu, Kamaruddin (43) misalnya. “Dengan banyak kios yang tutup, tempat ini sering digunakan orang untuk buang air kecil,” tuturnya kepada Radar Bengkulu, Rabu (3/11).
Kamaruddin tidak habis pikir, kenapa banyak orang yang sembarangan buang air kecil. Padahal di kompleks Pasar Minggu bertingkat tersedia WC umum. Celakanya, para pedagang pun ikut melakukan hal serupa. “Namanya juga manusia. Kalau akal sehatnya tidak dipakai, maka perbuatannya menjadi aneh-aneh. Seperti kencing di sembarang tempat,” tambahnya.
Walau kios banyak kosong, tidak seharusnya pengurus pasar mendiamkannya. Apalagi telah berdampak semakin menurunnya jumlah pengunjung untuk berbelanja ke Pasar Minggu. “Walau pun pedagang sepi, tapi kalau keadaan pasar bersih dan terawat saya rasa masih banyak orang yang mau berbelanja ke sini,” keluhnya.
Kamaruddin juga mengungkapkan, banyak pedagang yang tidak lagi berjualan di Pasar Minggu juga menyebabkan pengunjung sepi. Karena bagi pembeli, sudah tidak banyak pilihan lagi yang ditawarkan di Pasar Minggu. Akibatnya, pembeli lebih memilih berbelanja ke PTM atau Mega Mall. “Jumlah kios yang ada di sini, 110 unit. Sementara kios yang masih dimanfaatkan hanya sekitar 50 unit,” ungkap pedagang asal Padang ini.
Kamaruddin berharap, sebagai pasar induk di Bengkulu, Pasar Minggu tidak lumpuh. Salah satu langkah yang mungkin dilakukan, menurutnya, memindahkan para pedagang baju kaki lima untuk mengisi kios yang kosong.
“Kalau pasar ini banyak pedagang, otomatis pengunjung juga akan ramai. Caranya bisa saja dengan memindahkan mereka yang berjualan baju di kaki lima di bawah pasar ini. Kalau sudah banyak pedagang, mungkin tidak ada lagi orang yang berani kencing sembarangan lagi,” katanya lagi. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar