Kelurahan Tanjung Agung
Sentra Kerajinan
Atap Rumbia
RADAR BENGKULU – Walau terbilang kecil, Kelurahan Tanjung Agung yang hanya memiliki luas 10 Ha ini, cukup akur dan sistem kekeluargaannya masih kuat. Karena kelurahan yang memiliki 3 RT dan 1 RW itu masih tergolong penduduk asli (lembak). Bisa dikatakan, sesama warga walaupun berbeda RT, masih ada hubungan darah.
Aktivitas sehari-hari yang dikerjakan warga kelurahan Tanjung Agung adalah membuat atap dari pohon rumbia. Dari 838 jumlah penduduk, mayoritas pekerjaannya membuat keterampilan tersebut. “Biasanya yang membuat atap rumbia adalah ibu-ibu rumah tangga. Tapi lumayan penghasilan bisa untuk membantu kehidupan keluarganya,” ungkap Lurah Tanjung Agung Saharuddin kepada Radar Bengkulu.
Biasanya hasil keterampilan tersebut dijual untuk digunakan sebagai atap. Namun penggunaannya masih dibatasi untuk atap tempat tinggal. Kebanyakan atap rumbia dibeli oleh pedagang yang berjualan di pinggir pantai. Tidak hanya itu, bisa juga untuk pedagang yang berjualan di pinggir jalan.
Warga kelurahan yang memiliki 219 KK itu juga sebagian memiliki mata pencarian sebagai petani dan nelayan. Walau masyarakat kelurahan ini tergolong ekonomi menengah ke bawah, tapi memiliki kekerabatan yang sangat erat. “Saya merasakan sistem kekeluargaan warga Tanjung Agung ini sangat erat, mungkin karena mayoritas penduduk di sini masih asli (suku lembak). Warga di sini juga sangat mengerti tentang kerjasama,” katanya.
Namun ada keluhan baik dari pihak pegawai kelurahan maupun dari warga, yaitu tentang banjir yang melanda warga di setiap musim penghujan. Setiap banjir datang, mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Sehingga warga pasrah ketika musim banjir. Hanya sebagian warga telah mempersiapkan diri sebelum banjir. Yaitu dengan mengumpulkan barang-barang yang dianggap penting untuk diselamatkan.
“Saat banjir, kami pegawai kelurahan juga tidak bisa masuk kantor karena air menggenangi kantor lurah. Tapi kalau masih banjir kecil dan masih bisa masuk kantor, kami usahakan tetap masuk kantor,” kata Saharuddin. (cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar