Jangan Panik
Menghadapi Bencana!
RADAR BENGKULU – Banyaknya isu bakal ada bencana besar yang melanda Bengkulu yang berhembus akhir-akhir ini, disarankan psikiater RSJKO, Dr. Andri Sudjatmoko, Sp. Kj disikapi dengan tenang dan tidak boleh palik. Sebab jika isu itu dihadapi dengan kepanikan maka akan menimbulkan trauma yang berkepanjangan.
Diterangkan Dr. Andri untuk psikologi masyarakat Bengkulu adanya isu tsunami yang akan menghantam Provinsi Bengkulu masih terbilang normal. Karena didalam setiap tubuh manusia ada dua sifat yang sangat berbeda. Yaitu, ketika mendengarkan bencana seseorang tersebut mempunyai sifat cemas, namun bisa diatasi karena rasa cemas tersebut hanya untuk sementara. Berbeda dengan sifat pencemas yang berkepanjangan, dengan memiliki sifat seperti inilah yang akan mengakibatkan trauma paska bencana.
Namun menurut Dr. Andri masalah ini masih bisa diatasi dengan melakukan pendekatan tersendiri. Yaitu dengan memperhatikan 3 hal, yakni badan yang sehat, mental yang kuat serta sosial atau lingkungan yang mendukung. “kalau tiga faktor tersebut dapat berjalan sesuai dengan mestinya, saya rasa sifat trauma pada diri seseorang tersebut tidak akan muncul. Tapi jika salah satu diantaranya ada yang hilang, maka sifat trauma juga akan ada pada diri tersebut,” terangnya kepada Radar Bengkulu, Kamis, (4/11).
Ketika mengalami suatu bencana, dia menyarankan agar bisa memanimalisir dampak dari bencana tersebut. Yaitu dengan membaca situasi dan kondisi lingkungan. Misalnya tidak membangun rumah yang bertingkat dan membeli barang-barang mewah di daerah yang rawan gempa. Selain itu, karena masyarakat Bengkulu masih memiliki rasa kekeluargaan yang kuat, seharusnya pintu rumah jangan lagi pakai terali. Karena ketika bencana datang tidak terperangkap di dalam rumah.
“Banyak orang yang trauma paska bencana itu karena mereka yang kehilangan anggota keluarga dan harta kekayaan mereka. Untuk mereka yang kehilangan keluarga, fungsi sosial harus ditingkatkan. Sampai kondisi pulih diharapkan jangan meninggalkannya sendirian dulu. Dan untuk menghindari trauma paska bencana, diharapkan juga masyarakat jangan membeli barang-barang yang mewah. Karena ketika bencana datang dan tidak bisa diselamatkan, tidak menjadi duka bagi pemiliknya,” paparnya.
Pesan Dr. Andri terhadap masyarakat Bengkulu, bencana alam itu tidak bisa dihindari. Oleh karena itu kita sebagai manusia hanya bisa mengurangi dari dampak dari bencana tersebut. “Saya rasa semua orang takut akan bencana, tapi tergantung kepribadiannya untuk menyikapinya,” tambahnya lagi.(cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar