RADAR BENGKULU – Kurangnya informasi masalah Dana Alokasi Khusus (DAK) antara Dinas Pendidikan Kota terhadap sekolah-sekolah dinilai tidak profesional oleh pengamat pendidikan Universitas Bengkulu, Drs. Padi Utomo. Akankah dana itu harus kembali ke pusat sementara masih banyak sekolah yang membutuhkannya?
“Seharusnya kita jangan menyia-nyiakan dana tersebut karena sangat dibutuhkan sekolah dan sangat berguna untuk menunjang pendidikan. Kalau begini cara kerja mereka berarti mereka tidak profesional,” jelasnya kepada Radar Bengkulu, Jumat (22/10).
Ditambahkan, DAK tersebut harus digunakan sebaik mungkin. Karena dana tersebut memang dikhususkan untuk memajukan pendidikan.
“Kasihan pendidikan kita kalau dana itu terpaksa harus kembali ke pusat,” tambahnya.
Terkait pandangan tersebut, Radar Bengkulu mencoba mengkonfirmasi terhadap dinas pendidikan Kota Bengkulu. Tapi sejauh ini belum ada informasi yang telah didapat. Karena baik kepala dinas pendidikan maupun PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) DAK tidak pernah ditemui dikantor.(cw14)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar