oke deh

Gayus Akui Terima $3,5 Juta dari Alif Kuncoro Pengacara KPC, Aji Wijaya, "Itu kan hanya pengakuan Gayus. Dalam hukum berlaku prinsip siapa yang mendalilkan, dia yang harus membuktikan." BERITA TERKAIT Gayus Tambunan Berharap Bebas Gayus Tambunan Menyesal 'Salah Jalan'

Jumat, 05 November 2010

DAK Harus Dibagikan Sebelum 2010 Berakhir

RADAR BENGKULU – Adanya kelambanan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu dalam pembagian Dana Alokasi Khusus (DAK) akan merugikan pendidikan di Kota Bengkulu. Hal ini membuat pihak-pihak yang terkait angkat bicara. Pasalnya dalam kurun waktu dua bulan ini dana tersebut harus sudah dibagi terhadap sekolah-sekolah bersangkutan.
Menurut pengamat pendidikan Dr. Sudarwan Danim, dengan adanya DAK seharusnya mutu pendidikan sekolah semakin meningkat. Karena dana tersebut tidak hanya dibagikan dan harus dihabiskan sebelum jatuh tempo. Dengan adanya peraturan seperti ini, maka ini bisa menimbulkan masalah. Tidak menutup kemungkinan pihak sekolah juga bingung dengan waktu yang singkat untuk memanfaatkan dana tersebut. Jadi akan muncul pembelanjaan dana yang asal jadi.
”Ini jelas akan merugikan negara. Karena dana yang digunakan bukanlah jumlah yang sedikit. Jadi ketika dalam waktu yang singkat penerimaan dana tersebut maka pihak sekolah akan bingung sendiri untuk menggunakannya. Sementara harus habis dalam jangka waktu yang telah ditentukan, juga harus ada laporan pertanggungjawabannya. Maka akan ada penggunaan dana yang asal-asalan,” jelas Sudarwan kepada Radar Bengkulu, Kamis (21/10).
Sudarwan Danim berharap DAK harus segera dibagikan. Karena, akan berimbas kepada pendidikan di Bengkulu. Dan untuk mengharapkan hasil yang optimal dia mengharapkan ada tenggang waktu yang lama untuk penggunaan dana tersebut.
Hal senada juga dituturkan Wakil Kepala SMPN 6 Bengkulu, Muktarimin, S.Pd. Ia berharap agar DAK segera dibagikan. Karena masih banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan dana itu. Apabila dana tersebut belum habis maka dana tersebut akan kembali ke pusat. ”Ini jelas merugikan Bengkulu, seolah-olah sekolah sudah memiliki fasilitas lengkap. Padahal masih banyak sekolah yang membutuhkannya, ” katanya.
Muktarimin meragukan sekalipun dana itu dibagikan. Karena, akan ada kinerja yang tidak maksimal. Mengingat batas penggunaannya tinggal menghitung bulan. Padahal sekolah-sekolah masih banyak yang rusak, kekurangan alat laboratorium, kekurangan buku. ”Kalau dalam dua bulan ini, sekalipun dana tersebut dibagikan, kalau dalam pembagunan fisik tidak akan terkejar. Mungkin hanya dalam penambahan buku dan alat-alat lab saja,” jelasnya.
Untuk SMPN 6 Bengkulu, tambahnya, belum mendapatkan dana DAK sama sekali. Padahal sudah beberapakali mengajukan proposal untuk memperbaiki mutu pendidikan mereka.
Agar sekolah-sekolah tidak menunggu lebih lama lagi, pihak Radar Bengkulu mencoba untuk mengkonfirmasi ke pihak Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Namun sejauh ini pihak Diknas Kota masih dalam tahap perencanaan. Saat dikonfirmasikan kepada Kepala Diknas Bengkulu, Yunirhan, tidak berada ditempat. Namun kami berhasil menghubunginya via telepon. ”Sampai saat ini belum ada laporan, kita nunggu laporan masuk dulu baru bisa menentukan kapan waktu pembagiaannya,” ujarnya singkat.(cw14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar